9 Sate dari Berbagai Daerah di Indonesia yang Wajib Dicoba

Siapa yang tak kenal dengan sate? Makanan satu ini memiliki banyak penggemar selain bakso. Sate tidak hanya disukai oleh masyarakat Indonesia, tetapi wisatawan asing juga menyukai jenis makanan ini. Sate adalah makanan yang terbuat dari potongan daging dan ditusuk dengan kayu atau tusuk sate. Daging yang digunakan umumnya adalah daging ayam, kambing, dan sapi. Namun, daging kelinci, kuda, dan babi juga sering digunakan. Proses memasak sate sangatlah unik. Sate akan dibakar di atas arang yang membara. Aroma harum dapat tercium pada saat proses pemanggangan atau pembakaran sate. Saat kita menyebut kata sate, mungkin kita akan teringat langsung dengan Sate Madura. Namun, ternyata di beberapa daerah di Indonesia memiliki sate dengan cita rasa khas daerahnya. Pada artikel ini akan dibahas 9 sate dari berbagai daerah di Indonesia yang wajib dicoba.
  1. Sate Madura
Siapa yang tak kenal dengan sate Madura. Sate Madura sudah sangat terkenal. Sate ini menggunakan bumbu khas Madura. Daging yang digunakan umumnya adalah daging ayam dan kambing. Bumbu sate ini adalah campuran kacang yang ditumbuk halus, bawang putih, bawang goreng, kemiri, dan garam.
Sate Ayam Madura
Sumber: https://bernandreas.files.wordpress.com/2012/04/jual-sate-ayam-murah-di-kelapa-gading.jpg
Sate Kambing Madura
Sumber: https://www.pegipegi.com/travel/5-kuliner-sate-kambing-di-bandung-yang-super-mantap/
Pada saat Anda memesan sate ayam, pedagang sate akan menghidangkan bersama dengan bumbu kacang. Sedangkan untuk sate kambing, pedagang akan menghidangkan dengan kecap manis yang ditambah irisan cabe rawit, bawang merah, dan tomat. Selain itu, sate ini biasanya dimakan dengan lontong ataupun nasi. Umumnya sate ini dijual di warung pinggir jalan, tetapi ada juga yang menjualnya berkeliling menggunakan gerobak makanan.
  1. Sate Padang
Selain Sate Madura, Sate Padang juga dikenal oleh masyrakat luas. Sate Padang sejatinya mencakup hidangan sate khas dari tiga daerah di Sumatera Barat, yaitu Padang; Padang Panjang; dan Padang Pariaman. Ketiga jenis sate dari daerah tersebut memiliki sedikit perbedaan pada warna kuahnya.
Sate Padang
Sumber: http://carabundo.blogspot.com/2017/04/cara-membuat-sate-padang-kuah-kuning.html
Sate Padang Pariaman warna kuahnya cenderung merah karena dominannya unsur cabai di dalam bumbunya. Sate Padang Panjang kuahnya berwanya lebih kekuningan karena kunyit yang dominan dalam racikan bumbunya. Sate Padang Kota warna kuahnya cenderung lebih kecoklatan. Sate Padang menggunakan daging sapi, lidah sapi ataupun jerohan. Sate ini menggunakan bumbu kuah kacang kental dan ditambah cabai, sehingga rasanya cenderung pedas. Kuah bumbu Sate Padang terbuat dari racikan bawang putih, bawang merah, cabai merah, kunyit, jahe, sereh, dan bumbu lainnya yang dimasak dengan kaldu sapi. Setelah itu racikan tersebut akan dikentalkan dengan tepung beras.
  1. Sate Ambal
Ambal adalah salah satu nama kecamatan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sate Ambal cukup dikenal luas oleh masyarakat khususnya di Pulau Jawa. Sate Ambal menggunakan daging ayam dan utamanya ayam kampung. Bumbunya bukanlah bumbu kacang, tetapi tempe yang ditumbuk halus dan dicampur dengan cabai dan bumbu lainnya.
Sate Ambal
Sumber: https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Sate_Ambal.jpg&filetimestamp=20170803120350&
Sate Ambal memiliki cita rasa manis, pedas, dan gurih yang bisa membangkitkan selera Anda. Aroma tempe pada bumbu Sate Ambal tidak terasa lagi pada saat disajikan. Sate Ambal biasanya disajikan bersama dengan ketupat.
  1. Sate Blengong
Brebes sangat terkenal dengan telur asinnya. Namun, ternyata Brebes pun memiliki kuliner khas lainnya yaitu Sate Blengong. Sate Blengong memiliki penampakan sama dengan sate pada umumnya, tetapi sate ini berukuran lebih panjang dibandingkan sate lainnya. Daging yang digunakan pun berbeda dari sate pada umumnya, yaitu daging blengong yang merupakan perpaduan antara bebek dan mentok.
Sate Blengong
Sumber: https://alaniadita.com/tag/sate-blengong/
Selain itu, Sate Blengong tidak dibakar melainkan disayur dengan campuran bumbu khusus. Sate ini paling tepat disajikan dengan ketupat atau lontong. Kuah kental akan disiramkan di atas sate tersebut dan ditaburi kerupuk serta bawang goreng.
  1. Sate Lilit
Sate Lilit berasal dari Bali. Lilit dalam Bahasa Bali dan Indonesia berarti membungkus. Sate ini biasanya dibuat dari daging babi, ayam, sapi, ikan yang dicincang. Terkadang daging kura-kura juga digunakan untuk membuat sate ini. Daging yang sudah dicincang dicampur dengan parutan kelapa, santan, bawang merah, jeruk nipis, dan merica.
Sate Lilit
Sumber: https://resepkoki.id/resep-sate-lilit/
Daging cincang yang sudah dibumbui kemudian dilekatkan pada sebuah bamboo atau tebu. Selanjutnya daging tersebut dipanggang di atas arang. Sate Lilit memiliki tusuk sate yang berbeda dengan sate lainnya. Tusuk sate dibuat datar dan lebar agar daging cincang bisa melekat dengan baik.
  1. Sate Loso
Sate Loso mungkin masih terdengar sedikit asing di telinga. Sate ini berasal dari Pemalang, Jawa Tengah. Nama Loso diambil dari nama pelopor pembuat sate ini, yaitu Pak Loso.
Sate Loso
Sumber: http://saiki-com.blogspot.com/2017/01/sate-loso-makanan-khas-pemalang.html
Sate Loso menggunakan daging kerbau atau daging sapi sebagai bahan utamanya. Daging tersebut dibacem terlebih dahulu sebelum dibakar. Sate ini disajikan dengan bumbu kacang yang berwarna merah dan lembut. Warna merah diperoleh dari cabai merah. Berbeda dengan sate jenis lainnya, sate ini bisa disajikan dengan sop yang berisi urat, tulang muda, dan taoge.
  1. Sate Buntel
Sate Buntel merupakan sate khas Surakarta, Jawa Tengah. Sate ini dibuat dari daging kambing cincang dan dibungkus dengan lemak kambing. Tusuk sate dibuat lebih besar dan lebar supaya kepalan daging kambing cincang bisa menempel pada tusuknya. Kepalan daging kemudian dibakar hingga matang dan lapisan lemak meleleh.
Sate Buntel
Sumber: https://www.piknikdong.com/wp-content/uploads/2016/02/sate-buntel-khas-solo.jpg
Sate Buntel disajikan dengan saus kecap dan bahan pelengkap seperti irisan bawang merah, kubis, cabai, dan tomat. Merica ditambahkan pada saus kecap untuk menambah cita rasa sate ini. Sate ini sangat cocok disantap saat masih panas. Apabila sudah dingin, balutan lemak akan mengering di sela-sela daging dan rasa sate akan berbeda.
  1. Sate Ponorogo
Sesuai dengan namanya, Sate Ponorogo berasal dari Kota Ponorogo, Jawa Timur. Sekilas sate ini mirip dengan Sate Madura, tetapi terdapat perbedaan bentuk dari potongan dagingnya. Dagingnya tidak dipotong menyerupai dadu, tetapi disayat tipis panjang. Selain lebih empuk, gajih pada dagingnya dapat disisihkan karena bentuk potongan yang memanjang.
Sate Ponorogo
Sumber: https://resepkoki.id/resep-sate-ponorogo/
Sate Ponorogo melalui proses perendaman bumbu supaya bumbu lebih meresap ke daging. Bumbu yang digunakan adalah bumbu kacang yang sudah ditumbuk halus. Sate ini biasanya dihidangkan bersama sate usus, kulit, dan telur ayam muda. Sate-sate tersebut dibumbui dengan kecap dan minyak sayur.
  1. Sate Banjar
Sate Banjar populer di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sate ini terbuat dari potongan daging ayam khususnya bagian paha. Potongan daging ayam dilumuri dengan bumbu dan dipanggang. Sate ini dihidangkan dengan bumbu pecel dan ketupat.
Sate Banjar
Sumber: http://resep-rahasia-masakan.blogspot.com/2014/05/resep-bumbu-sate-banjar-kuliner.html
Sate Banjar memiliki sambal dengan cita ras pedas khas Banjar dan warna merah yang sedikit mencolok. Sambal Sate Banjar tidak hanya terbuat dari cabai merah dan bawang putih. Saus tomat juga ditambahkan ke dalam racikan sambal yang kental tersebut. Sate ini memiliki cita rasa manis, asam, dan pedas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *