11 Minuman Khas Jawa Tengah yang Segar dan Menyehatkan

Indonesia memiliki banyak jenis kekayaan kuliner, salah satunya adalah minuman khas Jawa Tengah. Ada berbagai jenis minuman Jawa Tengah yang tidak hanya segar, tetapi juga menyegarkan. Minuman-minuman dari provinsi tersebut sudah cukup dikenal masyarakat luas. Lalu, apa sajakah minuman Jawa Tengah yang segar dan menyehatkan tersebut. 11 minuman khas Jawa Tengah yang segar dan menyehatkan adalah:
  1. Adon-adon Coro (Jepara)
Anda mungkin masih asing dengan jenis minuman satu ini. Namun, hal tersebut mungkin tidak berlaku bagi warga Jepara, Jawa Tengah. Adon-adon coro adalah jamu tradisional khas Kota Jepara yang terbuat dari beberapa rempah-rempah. Jenis rempah yang digunakan antara lain pandan, merica bubuk, kayu manis, cengkih, lengkuas yang disiram dengan santan, jahe, gula merah, dan air.
Adon-adon Coro
Sumber: https://www.nasirullahsitam.com/
Cita rasa minuman ini adalah pedas dan hangat karena bahan utamanya adalah jahe. Minuman ini akan disajikan dengan cara yakni satu sendok jamu ditaruh di dalam mangkok. Selanjutnya, disiram dengan wedang jahe dan diminum selagi masih panas atau hangat. Adon-adon coro tidak hanya segar bukan, tetapi juga menyehatkan.
  1. Dawet Ayu (Banjarnegara)
Dawet ayu termasuk ke dalam minuman khas Jawa Tengah yang sudah sangat populer.  Minuman khas Banjarnegara ini rasanya manis dan segar, sehingga sangat cocok diminum di siang hari. Namun, sebenarnya dawet ayu dapat diminuman panas ataupun dingin.
Dawet Ayu
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Dawetnya terbuat dari tepung beras ketan dan tepung beras. Tepung tersebut akan dimasak dengan air, daun suji, garam, dan air kapur. Dawet ayu akan disajikan dengan mencampurakn sirup gula merah, nangka, dawet, dan es batu. Sudah terbayang kan segarnya minuman khas Banjarnegara ini.
  1. Dawet Jepara (Jepara)
Anda mungkin selama ini hanya mengenal dawet ayu khas Banjarnegara. Tahukah Anda bahwa Jepara pun memiliki minuman khas yang dinamakan Dawet Jepara. Dawet Jepara pun dapat disajikan dengan dingin maupun hangat. Dawet Jepara adalah minuman dawet pertama yang menginovasi toppingnya, misalnya dengan nata de coco dan durian.
Es Dawet Jepara
Sumber: http://www.masakandapurku.com/
Dawet Jepara, dawet atau cendolnya, terbuat dari tepung sage aren dan tepung beras. Tepung tersebut akan dicampur bersama daun suji, air, pewarna hijau. Kuahnya berupa gula merah yang dibuat dari campuran gula merah, daun pandan, dan air. Cara penyajiannya adalah dengan menambahkan cendol, kuah gula merah, santan, dan es batu ke dalam gelas.
  1. Es Gempol (Jepara dan Solo)
Es gempol merupakan salah satu es asli Indonesia yang berasal dari Solo dan Jepara. Hal ini karena ada yang menyatakan bahwa es gempol beras dari Solo atau Jepara. Es gempol berisi gempol/ pleret, dantan, dan gula cair.
Es Gempol
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Gempol berarti adonan dari tepung beras yang dibentuk, diwarnai, dan akhirnya dikukus.  Cara penyajiannya adalah dengan meletakkan gempol ke dalam mangkok dan disiram dengan santan, gula, dan seringkali ditambah es.
  1. Jamu Jun (Semarang)
Jamu Jun adalah jamu khas Semarang yang berbahan dasar tepung beras. Tepung beras akan diberi campuran rempah dan disajikan dengan bubuk merica sebagai pelengkap. Minuman ini dapat ditemui di Semarang, Demak, dan Jepara dengan penyebutan yang berbeda-beda di masing-masing daerah. Jamu ini disebut jamu jun di Semarang dan jamu coro di wilayah Demak.
Jamu Jun
Sumber: http://traveltodayindonesia.com/
Jun adalah sebutan untuk menyebut gerabah, yakni semacam gentong berleher sempit mirip kendi dalam bahasa Jawa. Hal ini karena minuman ini ditempatkan atau disimpan dalam wadah yang disebut jun. Hingga kini para pedagang menggunakan jun sebagai wadah untuk mempertahankan kehangatan minuman ini. Namun, saat ini ada jun yang terbuat dari aluminium yang lebih kuat, ringan, dan tidak mudah pecah.
  1. Wedang Coro (Pati)
Wedang coro adalah minuman khas Pati yang mirip dengan bir pletok. Wedang berarti minuman, sedangkan coro berarti minuman dengan melalui beberapa cara atau tahapan. Meskipun namanya hampir mirip dengan adon-adon coro, tetapi nyatanya kedua minuman tersebut berbeda.
Wedang Coro
Sumber: http://kumpuolanresepmakanan.blogspot.com/
Minuman ini terbuat dari jahe, kayu secang, kunyit, cengkeh, dan serai. Bahan-bahan tersebut akan direbus di atas api sedang hingga kecil hingga aroma rempahnya keluar. Minuman ini pastinya segar dan menyehatkan.
  1. Wedang Asle (Solo)
Wedang asle adalah minuman khas Solo yang dapat memberikan sensasi hangat yang menyegarkan. Wedang asle biasanya disajiakn dengan mangkuk kecil. Minuman ini berisi ketan putih yang rasanya manis, potongan agar-agar, roti tawar, dan disiram dengan santan hangat.
Wedang Asle
Sumber: https://travelingyuk.com/minuman-khas-solo/127701/
Wedang asle sangat cocok dinikmati di malam hari yang dingin. Pedagang minuman khas Solo ini tidak sulit ditemukan. Harganya juga ramah di kantong. Jadi, jangan lupa untuk menikmati minuman hangat dan menyehatkan ini.
  1. Wedang Ronde (Solo dan Salatiga)
Selain wedang asle, ada juga minuman hangat khas Solo dan Salatiga yang menyegarkan. Wedang ronde berisi air rebusan jahe, gula, pandan, serai dan dihidangkan di dalam gelas. Selain itu, akan ditambahkan beberapa butir bola dari ubi atau tepung ketan dan kacang yang disangrai di dalam gelas.
Wedang Ronde
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Wedang ronde sangat cocok dinikmati di malam hari yang dingin. Minuman ini tidak hanya menghatangkan tubuh, tetapi perut juga jadi sedikit terganjal dengan isi wedang ronde ini.
  1. Sekoteng
Mungkin agak sulit membedakan antara wedang ronde dengan sekoteng. Hal ini karena kedua minuman tersebut memang hampir sama. Bahan-bahan pembuat kuahnya pun hampir sama, tetapi isiannya membuat minuman ini berbeda. Sekoteng juga dapat menghatkan tubuh dan cocok dinikmari di malam hari.
Sekoteng
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Minuman hangat khas Jawa Tengah ini berisi kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, potongan roti, dan potongan kolang kaling. Sedikit susu biasanya ditambahkan untuk memberikan rasa manis. Penjual akan berkeliling dengan memikul gerobak dan mengetuk gelas dengan sendok untuk mengumumkan kehadirannya. Ting… ting… ting…, jangan lupa menikmati minuman segar dan menyahatkan ini ya.
  1. Wedang Horok-Horok (Jepara)
Wedang horok-horok adalah minuman khas Kabupaten Jepara yang terbuat dari horok-horok. Horok-horok biasanya dijajakan di warung bersama bakso atau janganan. Horok-hork biasanya dimakan sebagai pengganti nasi atau lontong.
Wedang Horok-horok
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Wedang_Horok-Horok
Wedang horok-horok terbuat dari horok-horok, santan matang atau susu UHT putih, gula pasir, dan garam secukupnya. Cara membuatnnya melalui beberapa langkah tanpa harus memasakanya, yaitu dengan cara masukkan horok-horok ke dalam gelas. selanjutnya, masukan santan atau susu ke dalam gelas dan gula pasir serta garam sesuai selera. Wedang horok-horok bisa disajikan dengan es ataupun diseduh dengan air panas.
  1. Wedang Kacang (Magelang)
Wedang kacang adalah minuman khas Magelang yang menyegarkan. Minuman ini disajikan dalam mangkuk kecil. Seporsi wedang kacang berisi kuah jahe, kacang, dan ketan.
Wedang Kacang
Sumber: https://eljohnnews.com/nikmati-libur-lebaran-di-magelang-harus-cicipi-10-kuliner-terbaiknya/
Minuman khas Magelang ini bisa ditemui di beberapa wilayah di Magelang. Penjual wedang kacang yang terkenal berada di Warung Wedang Kacang Kebon yang berlokasi di Jalan Panjang, Kota Magelang. Jadi jangan lupa menikmati minuman ini saat berkunjung ke Magelang. Inilah 11 minuman khas Jawa Tengah yang segar dan menghangatkan. Pastinya minuman asli Indonesia ini tidak kalah dengan minuman khas dari negera-negara lainnya, seperti minuman khas India, minuman khas Turki, dan minuman khas Korea. Jadi, jangan lupa untuk menikmati minuman ini saat Anda berkunjung ke Jawa Tengah. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *