16 Sup dari Berbagai Negara di Eropa yang Unik dan Lezat

Sup menjadi hidangan yang pasti dimiliki oleh hampir setiap negara di dunia. Uniknya, setiap negara memiliki resep dan cara penyajiannya yang berbeda-beda. Hal ini berlaku juga pada negara-negara yang berada di Benua Eropa. Ada berbagai macam jenis sup dari berbagai negara di Eropa yang unik dan lezat. Sup dari berbagai negara di Eropa diantaranya adalah:
  1. Goulash (Hungaria)
Sajian Goulash berasal dari abad ke sembilan, yakni saat gembala Hungaria memperlambat proses memasak daging dalam cairan. Daging yang sudah dimasak kemudian dikeringkan dalam perut domba untuk dilarutkan dalam air di atas api unggun. Olahan goulash saat ini lebih kental dan kaya bumbu serta banyak irisan paprika.
Goulash
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. Borscht (Ukraina)
Borscht adalah sup warna merah darah yang berasal dari Ukraina. Warna merahnya berasal dari buah bit yang direbus. Isian sup ini terdiri dari daging sapi, kentang dan kubis. Sajian ini sangat berpengaruh pada budaya Eropa Timur, termasuk Polandia dan Rusia.
Borscht
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. Gazpacho (Spanyol)
Gazpacho adalah sup khas Spayol. Beberapa orang mempercayai bahwa sup dingin ini dibawa oleh bangsa Moor. Ada berbagai variasi modern maupun resep tradisional dari sup ini.
Gazpacho
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Resep tradisional terdiri dari roti basi, mentimun, tomat, bawang putih, minyak zaitun, paprika, bawang, dan garam. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampurkan ke dalam air mendidih dan kemudian didinginkan.
  1. Solyanka (Rusia)
Solyanka adalah sup khas Rusia yang terbuat dari daging, sayuran, dan jamur yang dimasak bersma kuah kental segar. Kuah sup ini berasal dari campuran kubis, minyak zaitun, lemon, tomat, acar, dan mentimun yang dihaluskan dan dimasak hingga matang. Ada tiga jensi daging yang biasa digunakan dalam solyanka, yakni daging sapi, daging ayam, dan daging ikan.
Solyanka
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. Bouillabaisse (Prancis)
Prancis juga memiliki sup yang tak kalah lezatnya bernama bouillabaisse. Sup ini terbuat dari campuran kerang, saffron, fennel, tomat, dan bawang putih yang dimasak dalam kuah kaldu seafood. Sup khas Prancis ini biasanya dinikmati dengan sepotong roti panggang lembut. Bouillabaisse sangat terkenal dan sering disajikan sebagai makanan pada jamuan makan mewah.
Bouillabaisse
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. Pfannkuchensuppe (Jerman)
Pfannkuchensuppe merupakan sup khas Jerman yang terbuat dari bahan sederhana. Bahan sederhana tersebut berupa irisan panekuk atau pancake yang disiram dengan kuah kaldu gurih. Perpaduan kuah kaldu gurih dan irisan panekuk yang lembut pastinya memberikan cita rasa unik yang khas. Sup ini biasanya dinikmati dengan roti panggang hangat dan sosis bratwurst sebagai makanan pendamping.
Pfannkuchensuppe
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Baca juga makanan khas Jerman.
  1. French Onion Soup (Prancis)
French onion soup tidak hanya terkenal di Prancis, tetapi juga menjadi favorit hampir di seluruh dunia. Kaldu sapi yang amat gurih menjadi bahan utama pembuatan sup selain bawang bombai dan roti baguette panggang. Sup kental ala Prancis ini biasanya disantap sambil menyelupkan potongan roti renyah.
French Onion Soup
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. Minestrone Soup (Italia)
Fusilli dapat diolah menjadi sajian sup hangat khas Italia. Sup hangat ini dapat menghangatkan tubuh Anda. Berbagai jenis sayuran melengkapi sajian dalam kuah kaldu yang sedap ini.
Minestrone Soup
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Baca juga makanan khas Italia.
  1. Waterzooi dan Kippenwaterzooi (Belanda)
Waterzooi dan kippenwaterzooi merupakan sup khas Belanda yang dapat menghangatkan tubuh Anda. Perbedaan kedua sup ini adalah pada jenis daging yang digunakan. Waterzooi menggunakan ikan, sedangkan kippenwaterzooi menggunakan daging ayam.
Waterzooi
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Walaupun berbeda, tetapi bahan pendukung yang digunakan tetap sama. Bahan pendukung tersebut diantaranya kentang, wortel, daun bawang, hingga rempah yang berpadu dengan telur, krim, dan mentega. Kedua menu ini biasanya disajikan dengan roti tawar Baguette. Baca juga makanan khas Belanda.
  1. Fasolada (Yunani)
Fasolada adalah sup khas Yunani yang sering disebut-sebut sebagai makanan nasional Yunani. Sup ala Yunani ini berisi sup kacang putih, sayuran, dan minyak zaitun.
Fasolada
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Fasolada sering juga disebut fasoulada atau fasolia. Makanan ini hampir sama dengan masakan Turki yang disebut kuru fasulye. Versi Arab dari Fasolada disebut fasolia dan dapat ditemukan di Mesir, Irak, Israel, Yordania, Lebanon, Libya, Palestina, Arab Saudi, Sudan, Yaman, dn Suriah. Baca juga makanan khas Turki, minuman khas Turki, makanan khas Mesir, makanan khas Timur Tengah, dan minuman khas Timur Tengah.
  1. Zurek (Polandia)
Zurek adalah sajian sup gandum hitam khas Polandia. Sup ini merupakan sup gandum hitam yang difermentasi yang ditambah potongan kentang, sosis, telur rebus, dan hiasan peterseli. Menu ini menjadi hidangan favorit di kala cuaca dingin menyerang.
Zurek
Sumber: https://www.shutterstock.com/
Zurek disajikan secara menarik, yakni dengan wadah berupa roti berbentuk bulat. Bagian atas roti diiris untuk membuat tutup kemudian pada bagian lainnya dikeruk isinya untuk wadah sup. Zurek bercita rasa asam namun terasa segar. Zurek semakin nikmat disajikan dengan ham, potongan bacon, dan iga. Jadi, bagi Anda yang menghindari makan daging babi maka Anda harus berhati-hati jika ingin mengonsumsi makanan ini.
  1. Chlodnik (Polandia)
Sup berwarna merah muda ini merupakan salah satu hidangan khas Polandia. Chlodnik adalah hidangan sup berisi irisan timun, krim asam, dan telur rebus. Warna merah mudanya berasal dari buah bit yang diparut dan dipotong. Sementara itu, rasa asamnya akan mengingatkan Anda pada suasana dingin khas Polandia.
Chlodnik
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. HØnsekØdssuppe (Denmark)
Musim dingin yang berlangsung di Denmark sangat cocok dinikmati dengan menyantap semangkuk sup hangat khas Denmark. HØnsekØdssuppe adalah sup kentang khas Jerman. Sup ini berisi kentang, daun bawang, krim asam, dan thyme. Selain itu, ada juga sup kacang (gula ærter) yang dibaur dengan daging babi, wortel, seledri, dan bawang.
HØnsekØdssuppe
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. Leberknödel (Austria)
Leberknödel adalah knödel yang terbuat dari roti yang direndam dalam susu dan dibumbui dengan pala atau rempah-rempah lainnya, direbus dalam kaldu sapi, dan disajikan sebagai sup. Knödel awalnya digunakan dalam berbagai hidangan di Austria, Jerman, dan masakan Ceko. Knödel pun kemudian menyebar ke seluruh Eropa.
Leberknödel
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. Soupe a L’oignon (Prancis)
Sajian ini terbuat dari rebusan kuah kaldu sapi kental yang dicampur dengan potongan bawang putih. Soupe a l’oignon juga disajikan dengan suwiran daging ayam dan keju parut sebagai penambah cita rasa. Makanan ini sudah diciptakan sejak zaman Romawi, tetapi sajian ini baru dikenal dunia internasional pada tahun 1960-an.
Soupe à l’oignon
Sumber: https://www.shutterstock.com/
  1. Renskavsgryta (Swedia)
Sajian ini merupakan sup klasik khas Norrbotten, Swedia Utara. Uniknya, sajian ini buka menggunakan daging ayam, sapi, ikan, ataupun domba. Renskavsgryta menggunakan daging rusa kering lezat yang digoreng dengan mentega. Sup akan dicampur dengan dengan buah juniper dan krim. Sup ini terasa lembut saat disantap.
Renskavsgryta
Sumber: https://mittkok.expressen.se/recept/renskavsgryta-med-champinjoner-och-rod-steklok/
Inilah penjelasan mengenai sup dari berbagai negara di Eropa yang unik dan lezat. Jangan lupa untuk menikmati kehangatan sup khas negara-negara Eropa tersebut jika Anda berkunjung ke Eropa. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *